Kesehatan Anak

Si Kecil Alami Alergi Susu Sapi, Apakah Aman Memberikan Susu Soya?

Time to read: 3 menit

Mengetahui bahwa Si Kecil memiliki alergi pada susu sapi, terkadang membuat Moms kewalahan. Bagaimana tidak, jika Si Kecil tidak bisa minum susu sapi, bagaimana nutrisinya akan tercukupi?

Sebagai alternatif, susu soya kerap dijadikan pilihan pengganti susu sapi. Namun, perlu Moms ketahui, kandungan gizi pada susu soya murni terbilang rendah jika dibandingkan dengan susu sapi murni. Maka dari itu, Moms lebih baik memilih susu formula soya, mengingat kandungan gizi didalam susu formula sudah disempurnakan dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil.

Mengapa Si Kecil bisa alergi susu sapi?

Alasan mengapa Si Kecil mengalami alergi susu sapi dikarenakan terjadinya perlawanan dari sistem kekebalan tubuh terhadap protein susu sapi. Alergi susu sapi bisa menyebabkan merah-merah pada pipi, perut kembung, sampai diare. Gejala ini bisa langsung muncul setelah mengkonsumsi susu sapi atau setelah beberapa hari.

Untuk mengatasinya, obat anti alergi bisa diberikan kepada Si Kecil, tapi tidak menjamin alergi tidak akan muncul kembali.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tahun 2014 mencatat, sebanyak 1 dari 13 anak menderita alergi susu sapi.

Lalu, mengganti susu sapi dengan susu soya, apakah sama baiknya untuk Si Kecil?

Susu soya merupakan susu berbahan dasar kacang kedelai atau soya. Sebelum memberikan susu soya pada Si Kecil, ada baiknya jika Moms mengetahui dulu kandungan nutrisinya.

Dilansir dari Klikdokter, ini perbedaan kandungan nutrisi pada susu sapi dan susu soya.

Dalam segelas susu soya tanpa gula atau setara dengan 250 ml, mengandung 80-100 kalori, 4 gram karbohidrat, 7 gram protein, 4 gram lemak, 0,7 gram lemak jenuh, 0 kolesterol, dan 25 miligram kalsium.

Berbeda jauh dengan kandungan gizi yang terdapat pada susu sapi, segelas susu sapi tanpa gula mengandung lebih banyak kalori, yaitu sebanyak 150 kalori, 8 gram protein, 8,1 gram lemak, 4,7 gram lemak jenuh, 25 miligram kolesterol dan 282 miligram kalsium.

Dapat dikatakan bahwa memang susu sapi lebih kaya nutrisi dari pada susu soya dilihat dari perbedaan jumlah angkanya. Namun, beberapa susu soya ada juga yang sudah dilengkapi dengan berbagai nutrisi penting seperti FOS dan inulin, omega 3, omega 6, vitamin D dan kalsium.

Meski dapat dijadikan pengganti susu sapi, susu soya tidak bisa dijadikan sumber nutrisi utama. Dianjurkan untuk memberikan susu soya apabila Si Kecil memiliki alergi susu berbahan dasar sapi dan berusia 6 bulan keatas. Susu soya tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi berusia kurang dari 6 bulan dan bayi prematur.

Alasan lainnya mengapa sebaiknya susu soya tidak diberikan pada Si Kecil juga karena susu soya dapat meningkatkan risiko reaksi alergi, merusak gigi bayi, dan menimbulkan masalah pada organ reproduksi bayi.

Jika Moms tetap ingin memberikan susu soya, penting bagi Moms untuk mempertimbangkan beberapa hal ini:

  • Pastikan Moms memberikan susu soya yang terbuat dari kacang kedelai utuh (whole)
  • Pastikan susu soya formula dilengkapi dengan vitamin A, vitamin D, kalsium dan omega 3
  • Tingkatkan asupan kalsiumnya, karena susu soya mengandung zat phytate yang menyebabkan kemampuan penyerapan kalsium dan ragam mineral lainnya menurun
  • Pastikan asupan vitamin B12 terpenuhi, karena vitamin B12 tidak terdapat dalam susu soya

Jadi apakah Moms sudah yakin untuk memberikan susu soya pada Si Kecil? Jika masih ragu, lebih baik konsultasikan dulu pada dokter anak, agar lebih yakin untuk memberikan susu soya atau tidak.

Nannycare.id adalah yayasan pengasuh anak terbaik di Indonesia. Terdapat 3 layanan dari nannycare yaitu : Nanny, Governess, Newborn Care. Pemesanan Cepat, Harga terbaik tanpa admin dan Garansi tak terbatas. Hubungi sekarang.

Postingan Lainnya

Jasa Perawat Bayi Baru Lahir Oleh Bidan di Rumah | Home Care Baby

Pasca melahirkan, Moms belum bisa beraktivitas sebagaimana biasanya. Untuk urusan Si Kecil, tidak ada salahnya jika Moms coba mencari bantuan tambahan seperti layanan homecare yang khusus merawat bayi baru lahir.

Fakta Ilmiah Dibalik Bau Badan Bayi Yang Enak dan Khas

Setuju gak si Moms kalau bayi baru lahir itu punya bau yang enak dan khas banget? Dan bukan hanya Moms saja yang suka menciumnya, tapi setiap orang yang melihat Si Kecil pasti langsung refleks ingin menciumnya juga. Hal ini membuktikan bahwa semua orang memang menyukai aroma khas bayi, tapi Moms tau gak sih apa penyebabnya? Biar Moms gak penasaran, mari simak penjelasan berikut ini.

The Best Nanny & Governess Agency in Indonesia (Jakarta & Bali) | Babysitter, Au Pair & Child Care (Baby Newborn) Specialist

Nowadays, everything is easy, including finding a trusted childminder. To get the best experience, you can visit www.nannycare.id which provides services ranging from babysitters to toddlers, school-age children, and newborns in one place. Practical isn't it?

Moms, Ini Dia Pentingya Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut Si Kecil

Menyikat gigi merupakan kebiasaan baik yang harus Moms ajarkan sejak dini pada Si Kecil. Semakin dini Moms mengenalkannya, maka Si Kecil akan terbiasa dan memiliki kesadaran untuk menjaga giginya tetap bersih sepanjang hidupnya. Tapi, pada usia berapa sebaiknya Si Kecil mulai menyikat gigi?

Jadi Negara Paling Bahagia, Yuk Tiru Pola Mengasuh Anak Ala Skandinavia

Dilansir dari World Happiness Report, pada tahun 2018 Skandinavia menjadi salah satu negara yang paling bahagia. Kira-kira pola asuh seperti apa ya yang diterapkan orang tua di Skandinavia?