Fun Fact

Ngidam Saat Hamil, Sebaiknya Dituruti Atau Dihindari?

Time to read: 3 menit

Ngidam umumnya sering dialami oleh ibu hamil. Hal ini sering ditandai dengan adanya keinginan besar untuk makan makanan tertentu, bahkan yang biasanya jarang atau tidak pernah dikonsumsi sama sekali.

Beberapa ibu hamil biasanya ngidam makanan yang asam, pedas, manis atau asin seperti mangga muda, rujak buah atau coklat. Namun ada juga yang lebih spesifik lagi, seperti hanya mau makan bakso yang dijual di ujung gang atau makan mangga muda yang harus baru dipetik dari pohon.

Baca Juga : 11 Makanan Sehat Untuk Bantu Booster ASI

Di Indonesia sendiri, ngidam juga sering dikaitkan dengan berbagai mitos yang berkaitan dengan jabang bayi jika tidak dituruti. Salah satunya yaitu, jika ibu hamil tidak mendapatkan makanan yang diinginkan, mitosnya, bayi yang lahir nanti jadi sering ‘ngeces’ atau meneteskan air liur.

Bagaimana ngidam bisa terjadi?

Tidak ada yang tahu tepatnya bagaimana ngidam bisa terjadi. Mungkin saja ngidam terjadi karena sebenarnya tubuh sedang membutuhkan vitamin dan mineral tertentu. Namun, belum ada bukti yang jelas mengenai hubungan antara ngidam dan kekurangan nutrisi.

Ngidam juga tidak selamanya menginginkan sesuatu. Banyak ibu hamil yang justru tiba-tiba tidak menyukai atau menolak sesuatu yang berbau tajam, contohnya parfume dan kopi.

Baca Juga : Yuk, Intip Tahapan Perkembangan Janin Selama Dalam Kandungan

Ngidam dan penolakan makanan secara mendadak mungkin saja berhubungan dengan efek perubahan hormon pada masa kehamilan yang mana dapat merubah cara ibu hamil merasakan dan mencium aroma makanan.

Kapan ngidam muncul?

Ngidam biasanya muncul pada awal kehamilan atau trimester pertama dan akan memuncak pada trimester ke-2. Namun untungnya, pada trimester ke-3, rasa ngidam ini akan semakin menurun.

Penyebab ngidam saat masa kehamilan

1. Perubahan hormon

Perubahan hormon saat hamil disebutkan menjadi salah satu penyebab ibu ngidam. Itulah mengapa banyak ibu hamil yang mengalami perubahan nafsu makan. Bukan itu saja, perubahan produksi hormon yang cukup ekstrim ini juga bisa mengubah bau dan rasa makanan. Namun ngidam makanan tertentu belum diketahui dengan jelas kebenarannya.

Baca Juga : Baby Blues: Pengertian, Ciri-ciri, Penyabab dan Cara Mengatasi

2. Kekurangan asupan nutrisi tertentu

Keinginan untuk makan makanan tertentu bisa jadi tanda kalau tubuh Moms kekurangan nutrisi tertentu. Pasalnya, selama kehamilan banyak ibu hamil yang ngidam jenis makanan tertentu saja. Misalnya, Moms ngidam makan keju, bisa jadi tubuh Moms menandakan kekurangan protein, kalsium, vitamin B12, dan zinc. Contoh lain misalnya, Moms ingin sekali makan daging, ini bisa menandakan tubuh sedang kekurangan protein dan zat besi.

3. Budaya turun temurun

Faktor budaya rupanya bisa mempengaruhi ngidam pada ibu hamil. Kepercayaan yang sudah turun temurun ini mampu mensugesti para ibu hamil ngidam jenis makanan atau minuman tertentu.

Jadi, apakah ngidam harus selalu dituruti?

 

Seperti yang sudah dipaparkan di atas, ngidam membuat ibu hamil memiliki keinginan besar untuk mengkonsumsi jenis makanan tertentu. Tapi ini bukan berarti Moms bisa makan semua jenis makanan tanpa aturan, lho! Justru saat hamil, sebaiknya Moms lebih berhati-hati dalam memilih jenis makanan.

Baca Juga : Kapan Waktu yang Tepat untuk Ibu Baru Mencari Pengasuh untuk Bayi Baru Lahir?

Selain berhati-hati dalam memilih jenis makanan, Moms juga disarankan untuk membatasi ngidam makanan yang mengandung nutrisi buruk atau yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan janin dan ibu hamil.

Menurut Pregnancy Birth and Baby, boleh saja ngidam dituruti asal Moms tetap mengkonsumsi makanan yang dianjurkan untuk ibu hamil.

Jika Moms menginginkan makanan tidak sehat seperti makanan manis, sebaiknya jangan terlalu dituruti karena mengkonsumsi banyak gula dapat menyebabkan kenaikan berat badan berlebih dan masalah gigi.

Selain itu, ada kondisi ngidam yang perlu diwaspadai, yaitu ketika menginginkan sesuatu yang bukan makanan atau minuman. Kondisi ini disebut dengan pica craving, yakni keinginan untuk makan sesuatu hal yang tidak wajar seperti kotoran atau kapur.

Akan tetapi, pica craving ini lebih sering ditemui pada anak-anak ketimbang ibu hamil. Jumlahnya ada sekitar 25-30% dari semua anak-anak.

Nannycare.id adalah yayasan pengasuh anak terbaik di Indonesia. Terdapat 3 layanan dari nannycare yaitu : Nanny, Governess, Newborn Care. Pemesanan Cepat, Harga terbaik tanpa admin dan Garansi tak terbatas. Hubungi sekarang.

Postingan Lainnya

Tes Minat Bakat Bisa Bantu Si Kecil Untuk Mengetahui Potensinya Sejak Dini

Dengan melakukan tes minat bakat, membantu Si Kecil untuk mengidentifikasi kemungkinan bakat yang dimilikinya. Hal ini juga memungkinkan Moms mengetahui tipe kecerdasan, memahami kebutuhan belajar khusus, termasuk mengetahui kelemahan dan kekuatan Si Kecil.

Deretan Keunggulan ASI Yang Tidak Ada Pada Susu Formula

Antara ASI dan susu formula masih sering menjadi perdebatan sampai hari ini. Padahal, manfaat ASI bagi bayi tidak perlu diragukan lagi. Tapi sayangnya, hanya beberapa persen ibu didunia yang mau memberikan ASI eksklusif.

Sekolah Alam, Pembelajaran Diluar Ruangan Bantu Tumbuh Kembang Si Kecil

Meskipun namanya sekolah alam, pengajarannya tetap berbasis kurikulum, sehingga tidak kalah bagusnya dengan sekolah pada umumnya. Secara umum, konsep sekolah alam memanfaatkan alam sebagai sumber utamanya, yakni sebagai ruang kelas, media belajar, bahan ajar, dan sekaligus sebagai objek pembelajaran.

Si Kecil Hanya Aktif Atau Memang Hiperaktif? Ketahui Bedanya!

Semakin tumbuh besar, Si Kecil jadi makin aktif ya Moms? Tingkah lakunya jadi semakin banyak, seperti bergerak dan berlari kesana kemari sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Namun seringkali Moms suka salah menafsirkan perilaku aktif Si Kecil dan lebih suka melabelinya sebagai anak hiperaktif. Supaya Moms tidak salah tafsir lagi, Nanny Care akan kasih tau, gimana sih bedanya anak aktif dan hiperaktif!

Bagaimana Ciri-Ciri Nanny Yang Baik?

Jaman sekarang mencari nanny sangat mudah, yang sulit adalah mencari yang mau menjaga komitmennya dalam bekerja. Namun bukan berarti tidak ada sama sekali ya, Moms. Kenali 5 ciri-ciri nanny yang baik yang bisa dijadikan pegangan untuk Moms dalam memilih nanny untuk Si Kecil.