×

7 Penyakit yang Sering Menyerang Anak Ketika Musim Hujan

penyakit saat musim hujan

7 Penyakit yang Sering Menyerang Anak Ketika Musim Hujan

Sejak bulan November tahun lalu, hampir sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki periode musim hujan – hujan terus turun siang maupun malam membuat udara menjadi lebih lembab dari biasanya.

Menurut prediksi BMKG, puncaknya terjadi di bulan Februari tahun ini. Mereka juga menuturkan bahwa musim hujan akan berakhir pada bulan April hingga Mei nanti.

Musim hujan bisa dibilang musim yang rawan penyakit dan virus. Daya tahan tubuh kurang fit biasanya rentan terhadap penyakit.

Tidak hanya orang dewasa yang rentan penyakit, Si Kecil juga rentan. Moms sebaiknya berjaga-jaga apabila Si Kecil mulai menunjukan tanda-tanda kurang sehat.

Selain Moms siap siaga dengan obat dan vitamin untuk Si Kecil, ketahui juga 7 penyakit yang sering menyerang Si Kecil ketika musim hujan tiba.

Baca Juga : Kenali Gejala dan Cara Pencegahan Virus Corona pada Anak

7 Penyakit yang sering menyerang Si Kecil ketika musim hujan

Berikut beberapa penyakit paling umum yang diderita anak-anak ketika musim hujan:

1. Diare

Penyakit yang sering menyerang anak ketika musim hujan: diare
Credit: Freepik.com

Diare sering kali disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E coli). Hal ini menyebabkan gangguan pencernaan pada Si Kecil.

Cuaca yang lembab dapat membuat pertumbuhan bakteri berkembang dengan cepat. Oleh karena itu, Moms perlu memperhatikan kebersihan makanan dan minuman yang Si Kecil konsumsi agar tidak terkena diare.

Jangan lupa juga untuk selalu ingatkan Si Kecil mencuci tangan setelah beraktivitas dan sebelum makan.

Baca Juga : Cacingan Pada Anak: Ciri-Ciri, Penyebab Dan Pencegahan

2. Sakit tenggorokan

Penyakit yang sering menyerang anak ketika musim hujan: sakit tenggorokan
Credit: Freepik.com

Umumnya, Si Kecil yang terkena radang tenggorokan tidak langsung merasakan sakit di tenggorokannya. Melainkan, ia akan merasakan demam dan tidak enak badan lalu disusul dengan kurangnya nafsu makan. Rasa tidak enak saat menelan membuat asupan makan dan minumnya berkurang.

Biasanya, radang tenggorokan akan sembuh dengan sendirinya. Disarankan untuk perbanyak minum air putih agar tenggorokan tidak semakin kering.

Jika Si Kecil sampai dehidrasi saat sakit tenggorokan, ini akan membuat lendir di saluran pernapasannya bertambah kental – yang nantinya akan menyebabkan bantuknya semakin parah.

Baca Juga : Waspada Gejala Campak Pada Si Kecil, Begini Cara Menanganinya

3. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

Penyakit yang sering menyerang anak ketika musim hujan: ISPA
Credit: Freepik.com

ISPA terjadi karena infeksi pada saluran pernapasan. Gejala yang ditimbulkan berupa batuk, pilek yang disertai demam.

Virus penyebab ISPA bisa menyebar melalui kontak langsung dari orang yang menderita ISPA atau bisa juga menyebar jika menyentuh barang-barang yang sudah terkontaminasi virus ISPA dan secara tidak sengaja memegang hidung atau mulut sendiri.

Sebenarnya, penyakit ISPA yang disebabkan oleh virus dapat sembuh dengan sendirinya. Jadi, Moms jangan panik dulu jika Si Kecil tiba-tiba menunjukan gejala tersebut.

Moms bisa mengompres dan memberikan parasetamol yang dijual bebas di Apotek untuk menurunkan demamnya. Sekiranya Si Kecil tidak kunjung membaik, Moms disarankan untuk pergi ke dokter.

Sebagai langkah pencegahan, Moms bisa ajarkan Si Kecil untuk menerapkan perilaku sehat seperti, rajin mencuci tangan, konsumsi makanan sehat dan vitamin, rajin olahraga, serta jangan sering menyentuh wajah.

4. Demam berdarah

Penyakit yang sering menyerang anak ketika musim hujan: demam berdarah
Credit: Freepik.com

Saat musim hujan tiba, banyak genangan air dimana-mana. Genangan air tersebut sangat disukai nyamuk demam berdarah sehingga dijadikan sarang berkembang mereka.

Demam berdarah disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Umumnya, gejala ini ditandai dengan demam tinggi, nyeri di kepala, nyeri otot sendi, muncul bintik merah pada bagian kaki dan tangan, ruam kulit, serta mual-mual.

Hal ini bisa saja dihindari dengan cara membuang barang yang sudah tidak terpakai yang dapat menampung air, menutupnya, serta biasakan untuk menggunakan lotion atau spray anti nyamuk.

Baca Juga : 5 Jenis Penyakit Mata yang Umum Terjadi pada Anak

5. Batuk

Penyakit yang sering menyerang anak ketika musim hujan: batuk
Credit: Freepik.com

Batuk sepertinya bukan hal baru lagi bagi Si Kecil. Tidak hanya saat musim hujan, batuk bisa menyerang Si Kecil kapan saja.

Namun, kali ini batuk bukan disebabkan karena Si Kecil terlalu banyak makan permen. Lebih tepatnya karena sedang musim hujan.

Saat musim hujan suhu akan menjadi lebih dingin, sehingga aliran darah melambat dan tidak menyebar merata dengan cepat keseluruh tubuh.

Hal ini yang membuat daya tahan tubuh menurun dan mudah sakit, juga, karena suhu dingin di luar, membuat orang memilih untuk berdiam di dalam ruangan sehingga memungkinkan kuman ataupun virus cepat menyebar.

6. Tifus

Penyakit yang sering menyerang anak ketika musim hujan: tifus
Credit: Freepik.com

Tifus adalah penyakit menular yang menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi bakteri Salmonella Typhi atau melalui kontak dengan seseorang yang terkena tifus.

Penyakit ini cukup berbahaya daripada infeksi lain, karena dapat hidup di kantong empedu Si Kecil bahkan sampai pengobatan telah selesai.

Jika Si Kecil menunjukan tanda-tanda seperti demam, sakit perut dan sakit kepala tak tertahankan – besar kemungkinan Si Kecil mengalami tifus.

Karena penyakit ini menyebar melalui makanan yang terkontaminasi, menjaga kebersihan adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit ini – atau bisa juga dengan memberikan vaksin tifus pada Si Kecil saat usianya sudah diatas 6 bulan.

Selain itu, karena tifus juga menular lewat kontak dengan penderita, disarankan untuk melakukan karantina sampai pengobatan selesai jika ada salah satu anggota keluarga yang terkena tifus.

Baca Juga : Jangan Sampai Terlewat, Ini Dia 5 Daftar Imunisasi Wajib untuk Si Kecil

7. Leptospirosis

Penyakit yang sering menyerang anak ketika musim hujan: leptospirosis
Credit: Freepik.com

Kondisi ini juga dikenal sebagai sindrom Weil, biasanya kerap terjadi pada orang yang sering terpapar air kotor.

 Namun pada umumnya, penyakit ini lebih sering muncul saat sedang terjadi banjir atau setelah musim hujan.

Air kotor yang dimaksud adalah air yang sudah terkontaminasi, biasanya sudah bercampur dengan urine dan kotoran hewan, terutama tikus.

Infeksi dapat masuk kedalam tubuh melalui makanan, air, hidung, mulut, mata, bahkan melalui luka kecil yang terbuka di kulit.

Anak atau orang dewasa yang terkena leptospirosis akan mengalami gejala seperti influenza, yaitu sakit kepala, nyeri tubuh, demam, menggigil, kaku pada leher serta otak dan perut.

Untuk mencegah penularan penyakit ini, jaga agar Si Kecil dan anggota keluarga lain untuk tidak bermain air banjir, karena airnya mungkin saja sudah terkontaminasi.

Atau jika memang harus berjalan melewati banjir, pastikan menggunakan alas kaki yang tepat untuk melindungi  kaki agar tidak basah.

Kuncinya adalah jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan rumah dan pastikan rumah bebas hewan tikus ya, Moms.

Cara hidup sehat yang bisa Moms ajarkan pada Si Kecil

Cara hidup sehat yang bisa Moms ajarkan pada Si Kecil
Credit: Freepik.com

Penyakit bisa menyerang siapa saja, kapan saja, dan tidak mengenal usia. Namun, Moms bisa mengusahakan pencegahan agar Si Kecil dan keluarga tercinta tetap fit selama musim hujan.

Baca Juga : 5 Bahaya Yang Mengancam Kesehatan Bayi Akibat Sering Dicium

Jangan pernah bosan untuk mengingatkan cara hidup sehat ya Moms! Hidup sehat bisa dimulai dari cara yang sederhana, seperti:

  1. Rajin mencuci tangan dengan sabun setelah beraktifitas
  2. Makan makanan dengan gizi seimbang
  3. Konsumsi vitamin
  4. Tidur cukup
  5. Tutup dengan tisu ketika bersin atau batuk
  6. Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit

Post Comment

Pesan Sekarang