Panduan Cara Belajar Anak Disleksia Agar Tetap Berprestasi

Cara belajar anak disleksia memang berbeda dengan anak pada umumnya. Karena gangguan saraf yang dialami, anak yang mengalami disleksia akan kesulitan memproses bahasa dan mengidentifikasi kata-kata. Meski begitu, anak yang mengalami disleksia tetap bisa berprestasi dengan cara belajar yang tepat.

Kondisi disleksia yang sudah terdeteksi sejak dini, akan membuat proses belajar anak jauh lebih mudah. Berikut adalah panduan cara belajar anak yang mengalami disleksia, sehingga mereka lebih mudah menyerap dan memahami informasi lewat kata-kata.

Mengenal Disleksia

Disleksia merupakan kondisi ketika seseorang kesulitan belajar membaca, menulis, berbicara, bahkan membaca. Kondisi ini terjadi karena masalah medis, yakni gangguan saraf di bagian belakang batang otak. Ketika saraf tersebut terganggu, seseorang akan kesulitan memproses bahasa.

Kondisi ini tak bisa disembuhkan dan akan dialami oleh anak seumur hidupnya. Oleh karena itu, pendeteksian dini disleksia akan membuat anak menyesuaikan cara belajarnya agar tak tertinggal dengan anak yang lain.

Anggapan bahwa anak yang menderita disleksia memiliki kecerdasan di bawah rata-rata adalah tidak benar. Mengidap disleksia tidak mempengaruhi kecerdasan seseorang, mereka yang memiliki kondisi ini hanya perlu tekhnik belajar yang berbeda dari biasanya.

Baca juga: Tes Minat Bakat Bisa Bantu Si Kecil untuk Mengetahui Potensinya Sejak Dini

Penyebab dan Gejala Disleksia

cara belajar anak disleksia
Ilustrasi anak disleksia yang kesulitan belajar (sumber: freepik)

Ada banyak faktor yang menyebabkan seorang anak mengalami disleksia, namun umumnya kondisi ini disebabkan oleh faktor genetik. Apabila salah satu anggota keluarga mengalami disleksia, kemungkinan yang lain juga akan mengalami hal serupa.

Namun terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seorang anak rentan mengalami disleksia, diantaranya adalah:

  • Mengalami kelahiran premature atau kondisi lahir dengan berat badan yang rendah.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat disleksia.
  • Pernah terpapar nikotin, alkohol, NAPZA, maupun infeksi selama berada dalam fase kehamilan.
  • Mengalami cidera ataupun trauma otak setelah kecelakaan.
  • Kelainan pada struktur otak yang memiliki fungsi untuk berpikir dan mengolah kata-kata.

Terkait dengan gejala, setiap anak memiliki gejala yang berbeda tergantung dengan usia dan tingkat keparahannya. Anak yang berusia dibawah 5 tahun akan kerap tak terdeteksi mengalami disleksia dibandingkan mereka yang sudah dewasa.

Setidaknya pada anak-anak terdapat tanda-tanda yang dapat diperhatikan, diantaranya adalah:

  • Perkembangan terhadap kemampuan bicara anak yang rendah, bahkan lebih lambat dibandingkan anak lain.
  • Kesulitan mengingat dan mempelajari nama serta bunyi pada huruf alphabet.
  • Sering menulis secara terbalik atau tidak berurutan ketika mengeja.
  • Kesulitan membedakan tiap alphabet saat menulis.
  • Kesulitan membaca, mengeja, bahkan menulis saat masuk usia sekolah.
  • Beberapa anak disleksia bahkan kesulitan mengingat huruf, warna maupun angka.
  • Kesulitan memahami tata bahasa serta memberikan imbuhan pada kalimat yang digunakan.

Baca juga: Speech Delay pada Anak, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Cara Belajar Anak Disleksia

cara belajar anak disleksia
Ilustrasi anak disleksia yang sedang belajar (sumber: freepik)

Berbeda dengan anak seusianya, cara belajar anak disleksia dibuat secara khusus agar mereka tak kesulitan memahami kalimat. Selain menghadirkan pengajar khusus, anak juga bisa disekolahkan ke lembaga khusus yang memberikan pendidikan ramah disleksia.

Namun selama di rumah, orang tua maupun pengasuh bisa melakukan tips berikut ini agar anak disleksia lebih mudah belajar.

1. Buat Proses Belajar Makin Menarik

Aktivitas membaca atau menulis merupakan kegiatan yang tak disukai oleh anak disleksia. Oleh karen itu, cara belajar anak disleksia harus diubah. Bisa dengan menggunakan gambar, suara, maupun video, sehingga mereka lebih mudah menyerap pelajaran.

2. Rutinkan Belajar

Anak yang mengalami disleksia tetap bisa membaca dan menulis seperti anak pada umumnya dengan berlatih secara terus menerus. Pengasuh maupun orang tua bisa bekerja sama untuk membuat aktifitas belajar yang rutin setiap harinya, agar mereka makin terbiasa dengan aktivitas ini.

3. Melakukan Permainan Kata

Cara belajar anak disleksia lain yang patut dicoba adalah dengan mengajaknya bermain kata. Meski hanya permainan, namun mereka bisa lebih mudah memahami dan mengenali huruf alphabet maupun susunan kalimat yang biasa digunakan.

4. Membaca Buku Bersama

Meski terkesan sepele, namun membaca buku bersama bisa menjadi cara belajar anak disleksia yang paling banyak disarankan. Dengan membaca bersama, anak bisa lebih mudah diajari membedakan tiap huruf alphabet sekaligus meningkatkan kemampuan bacanya.

5. Berikan Jeda Istirahat

Jangan paksa anak dengan disleksia untuk belajar secara terus menerus. Berikan juga jeda istirahat agar mereka bisa melakukan hobi. Memaksa anak disleksia untuk terus belajar akan membuat anak kelelahan, cepat bosan, bahkan frustasi. Akibatnya mereka pun jadi enggan belajar menulis ataupun membaca.

Baca juga: 7 Cara Cepat Melatih Anak Agar Dapat Bicara Lancar

Dampak Cara Belajar yang Salah

cara belajar anak disleksia
Ilustrasi anak disleksia belajar (sumber: freepik)

Bagaimana jika cara belajar anak disleksia dilakukan tanpa bimbingan yang baik? Kemungkinan anak akan mengalami masalah, diantaranya:

  • Proses belajar yang lambat, bahkan membuat mereka kesulitan untuk membaca serta menulis. Apabila kondisi ini tak segera mendapatkan pertolongan, anak dengan disleksia akan kesulitan dalam belajar.
  • Seringkali ditemui anak pengidap disleksia yang mendapatkan perundungan dari teman-temannya. Kondisi ini bisa memperburuk kondisi psikologisnya, hingga membuat mereka mengalami gangguan kecemasan dan lebih agresif dalam berperilaku.
  • Anak yang mengidap disleksia rentan mengalami gangguan ADHD, yang akhirnya akan membuat mereka menjadi anak yang hiperaktif dan sulit untuk dikontrol.

Orang tua bisa memberikan dukungan kepada anak disleksia dengan menghadirkan pengasuh yang profesional. Bagi orang tua sibuk yang tak bisa menemani anaknya belajar, pengasuh anak bisa jadi pilihan tepat untuk membersamai anak belajar setiap harinya.

Anda bisa manfaatkan layanan pengasuh anak dari Nanny Care ID. Hadir dengan tenaga kerja yang profesional, pengasuh anak akan memberikan pendampingan terkait cara belajar anak disleksia sekaligus memantau kesehatannya setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pesan Sekarang