Bikin Gemas, Ini Alasannya Kenapa Bayi Suka Senyum Sendiri Saat Tidur

bayi suka senyum saat tidur

Time to read: 3 menit

Melihat Si Kecil tersenyum saat terlelap adalah momen yang sangat membahagiakan. Segala lelah dan letih setelah seharian bekerja seakan-akan terobati hanya dengan melihat senyum Si Kecil yang merekah, apalagi saat tertidur pulas.

Namun, apakah pernah terlintas dibenak Moms alasan mengapa bayi suka tersenyum sendiri bahkan saat tidur?

Alasan mengapa bayi tersenyum saat tidur

Ketika melihat bayi tersenyum sendiri, banyak orang yang mengaitkannya pada hal mistis. Kebanyakan orang masih percaya kalau bayi tersenyum sendiri karena ada makhluk halus yang mengajaknya bercanda. Apa benar begitu? Tentu tidak, Moms. Nyatanya, ada alasan ilmiah dibaliknya.

Baca Juga : Waktu Tidur Ideal Anak Sesuai Dengan Tahapan Usianya

Sebelum mengetahui alasannya lebih lanjut, perlu Moms ketahui bahwa senyum dan tertawa merupakan bagian penting dalam pertumbuhan bayi. Senyum pertama bayi merupakan reflek alami, bukan sebuah respon ketika melihat sesuatu yang menyenangkan atau apapun. Ini sama halnya seperti saat bayi yang tiba-tiba menyentakkan lengan dan kakinya, jelas Mark Gettleman, MD, seorang dokter anak dan pemilik Dr. Goofey Gettwell Pediatrics di Scottsdale, Arizona.

Moms justru perlu waspada jika Si Kecil tidak pernah senyum sama sekali dalam kurun waktu 3 bulan, tidak merespon, serta lebih banyak memalingkan wajahnya ketika diajak bermain atau berbicara. Namun, hal ini tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai Si Kecil tumbuh normal atau tidak. Untuk memastikannya, Moms bisa mengkonsultasikannya kedokter.

Nah, kembali ke pertanyaan awal, alasan mengapa bayi tersenyum saat tidur. Senyum pada bayi saat sedang tidur karena bayi sedang mengalami sebuah peristiwa yang berkaitan dengan REM (Rapid Eye Movement).

“Selama bayi mengalami REM, tubuh bayi akan mengalami perubahan fisiologis yang mengaktifkan refleks tertentu, yang salah satunya adalah senyuman,” jelas Pamela Garcy, Ph.D, seorang Psikolog Klinis di Dallas. Senyuman bayi saat tidur hanya reaksi fisik saja, bukan tanda emosional.

Kapan bayi mulai tersenyum?

Kapan bayi bayi mulai tersenyum

Senyum refleks bayi akan hilang setelah 8 minggu. Baru setelah bayi berusia 6 sampai 8 minggu, senyum diwajahnya merupakan respon dari apa yang ia lihat dan senangi.  Senyum ini biasa juga disebut dengan istilah social smile, yang mana bayi tersenyum karena melihat dan merespon sesuatu yang menarik perhatiannya atau bereaksi terhadap suara.

Baca Juga : Mengatasi Pola Tidur Bayi Yang Suka Berubah Dengan 6 Cara Ini

Pada tahap ini, senyum bayi menandakan bahwa ia:

  • Mulai tumbuh dan mulai mencari tau perilaku manusia
  • Bayi menyadari bahwa merespon dengan senyuman akan mengundang perhatian
  • Perkembangan otak dan kemampuan komunikasi bayi berkembang dengan baik

Kondisi tidur yang dapat membuat bayi tersenyum

Dilansir dari Momjunction, untuk mengetahui kondisi ini, Moms perlu memahami tidur dan tahapan-tahapannya. Terdapat dua fase penting tidur, yaitu Non-Rapid Eye Movement (NREM) dan Rapid Eye Movement (REM).

Pada fase tidur REM, mata akan bergerak dengan cepat dan otak akan memproduksi mimpi. Para ahli tidur percaya bahwa pergerakan mata yang cepat ada hubungannya dengan mimpi yang diproses di otak. Sedangkan fase tidur NREM atau yang sering dikenal dengan tidur ayam, menjelaskan kondisi antara tidur dan setengah sadar.

Baca Juga : 7 Cara Merawat Bayi Dengan Berat Lahir Rendah

Bayi tidur dimulai dengan fase NREM. Fase ini memiliki 4 tahapan, yaitu:

  • NREM 1: Bayi mulai merasa mengantuk dan mulai tidur perlahan dengan mata tertutup dan terbuka.
  • NREM 2: Pada tahap ini, bayi mulai tertidur dan akan terbangun bila ada suara dan gangguan lain disekitarnya.
  • NREM 3: Ini merupakan tahapan dimana bayi tertidur lelap dan tidak lagi bergerak.
  • NREM 4: Ini adalah tahapan terdalam tidur bayi. Bayi akan tetap tidur hingga ada suara gaduh yang bisa membangunkan bayi.

Sementara itu, fase tidur REM terjadi antara tahapan tidur NREM dengan urutan:

NREM 1 → NREM 2 → NREM 3 → NREM 4 → NREM 3 → NREM 2 → REM → NREM 2

Setelah tahapan REM terjadi, tubuh kembali pada tahapan NREM dan terus berulang hingga ke tahap REM lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pesan Sekarang